Selasa, 19 Juli 2016

Cara Budidaya Bebek Petelur Untuk Pemula

Panduan Cara Beternak Bebek Bagi Pemula - Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Tetapi kesempatan bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan alias bebek betina yang telah lewat masa produksinya. Tidak hanya itu bisa juga pebisnis mengambil tahap pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Tetapi sebelum seorang peternak mengawali usahanya, wajib menyiapkan diri dengan pemahaman mengenai perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan serta pemasaran hasil. Umpama bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) serta pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal merupakan selagi 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio mempunyai produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pemeliharaannya tak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil telah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Faktor tersebut dikarenakan sebab pertumbuhan serta perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan hingga saat dipotong tak tidak lebih dari 1,5 kg. Dengan mekegunaaankan bebek jantan, dalam waktu yang relatif pendek telah bisa dicapai berat yang lebih diperlukan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih serta kualitas gizinya lebih tinggi.

    Bebek Siap Telur = Rp 39.000,- S/d Rp 42.000,-
    DOD Betina = Rp 3700,-
    DOD Jantan = Rp 3200-
    Bebek Potong 1,2 kg s/d 1,3 kg = Rp 19.500,-
    Telur Tetas = Rp 1250,-
    Telur Konsumsi = Rp. 900,-

Usaha peternakan itik di Indonesia  telah  lama dikenal masyarakat. Supaya usaha ini bisa memberbagi keuntungan yang optimal  bagi  pemiliknya maka butuh diperhatikan beberapa faktor yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :

1. Seleksi Bibit

Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelompok yaitu :

a. Itik Lokal

1). Itik Tegal (Tegal).

    Ciri-ciri : warna bulu putih polos hingga cokelat hitam, warna paruh serta kaki kuning alias hitam.

2). Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).

    Ciri-ciri : warna bulu cokelat muda hingga cokelat tua, warna paruh hitam serta kaki berwarna hitam.

3). Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).

    Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.

4). Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

b. Itik Persilangan

2. Pakan

a. Tipe Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, dll.

b. Pemberian Pakan :

    Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.
    Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.
    Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.
    Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.

3. Perkandangan

a. Lokasi Kandang

    Jauh dari keramaian.
    Ada alias dekat dengan sumber air.
    Tak terlalu dekat dengan rumah.
    Mudah dalam pengawasan.

b. Bahan kandang bisa terbuat dari kerangka kayu alias bambu, atap genteng serta lantainya pasir alias kapur.

c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :

    Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.
    Umur 1 – 2 minggu 2 – 4 m.
    Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.
    Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.
    Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.

Itik dara hingga umur 6 bulan 5 – 10 ekor/m.

4. Tatalaksana Pemeliharaan

a. Dengan cara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.

b. Dengan cara intensif  yaitu  dengan cara semakin-menerus dikandangkan semacam ayam ras.

c. Dengan cara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpsupaya.

Perbandingan jantan serta betina (sex ratio) merupakan 1 : 10 serta dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.

5. Kesehatan

a. Penyakit Berak Kapur.

Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda-tanda : Berak putih, lengket semacam pasta.

Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan, minuman, vaksinasi, serta itik yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit Cacing.

Penyebab : Beberapa tipe cacing.

Tanda-tanda : Nafsu makan tak lebih, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, serta produksi telur menurun. Pencegahan: Kandang wajib bersih, kering tak lembab, makanan serta minuman wajib bersih serta sanitasi kandang.

c. Lumpuh.

Penyebab : Ketidak lebihan vitamin B.

Tanda-tanda : Kaki bengkak pada tahap persendian, jalan pincang serta lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.

Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

6. Pasca Panen

a. Telur itik bisa diolah menjadi telur asin, telur pindang, dll.

b. Bebek bisa diolah menjadi bebek panggang dll

c. Bulu bisa diolah menjadi kerajinan tangan

d. Tinja/kotoran itik bisa menjadi pupuk.

Demikian sekilas mengenai Trik Tutorial Berhasil Berternak Bebek Bagi Pemula, untuk info selanjutnya bakal kita ulas lebih detail. semoga berguna.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar